SuaraJatim – Fungsi smartwatch kini terus berkembang. Jika sebelumnya perangkat wearable lebih banyak menampilkan data seperti jumlah langkah, detak jantung, atau kalori yang terbakar, kini teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah data tersebut menjadi rekomendasi yang lebih mudah dipahami pengguna.
Samsung menjadi salah satu produsen yang mendorong perubahan tersebut melalui Galaxy Watch Ultra2. Smartwatch premium ini dirancang bukan hanya mencatat aktivitas harian, tetapi juga mengolah data biometrik menjadi insight kesehatan yang dapat membantu pengguna mengambil keputusan sebelum berolahraga, berpetualang, maupun menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurut Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, aktivitas outdoor bukan hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga kemampuan seseorang memahami kondisi tubuhnya.
"Aktivitas outdoor tidak hanya menantang batas fisik, tetapi juga menguji seberapa baik kita memahami kondisi tubuh sendiri. Karena itu, kami percaya smartwatch seharusnya tidak berhenti pada sekadar mencatat data kesehatan, tetapi mampu mengubah data tersebut menjadi insight yang membantu pengguna mengambil keputusan yang lebih tepat di setiap aktivitas," ujarnya.
Teknologi tersebut diwujudkan melalui Samsung Health yang dipadukan dengan kemampuan AI. Pengguna tidak hanya melihat angka-angka kesehatan, tetapi juga memperoleh interpretasi mengenai kesiapan tubuh, kebutuhan pemulihan, hingga kondisi kebugaran secara lebih personal.
Galaxy Watch Ultra2 membawa beberapa fitur kesehatan baru, di antaranya Daily Cardio Load untuk mengukur beban latihan dan kebutuhan pemulihan, Fitness Index yang memantau perkembangan kebugaran, Vitals yang menganalisis perubahan kondisi tubuh berdasarkan data tidur, serta Heart Health Score yang merangkum kondisi kesehatan jantung dalam satu skor sederhana lengkap dengan rekomendasi gaya hidup.
Kemampuan AI tersebut juga dipadukan dengan peningkatan perangkat keras. Galaxy Watch Ultra2 menggunakan chipset Snapdragon Wear Elite yang diklaim menghadirkan peningkatan performa CPU hingga 32 persen dan GPU hingga 19 persen dibanding generasi sebelumnya. Smartwatch ini juga dibekali baterai 800 mAh, layar dengan tingkat kecerahan hingga 5.000 nits, serta desain baru yang lebih tipis sehingga tetap nyaman dipakai dalam aktivitas luar ruangan.
Untuk pengguna yang gemar berlari di alam terbuka, tersedia mode Trail Run yang mampu menampilkan rute, profil elevasi, estimasi waktu tempuh, hingga progres pendakian. Sementara fitur Nutrition Alert membantu mengingatkan kebutuhan hidrasi berdasarkan estimasi cairan tubuh yang hilang selama aktivitas.
Samsung juga memperluas fungsi smartwatch ke aktivitas penyelaman. Melalui fitur Diving yang dikembangkan bersama Mares, Galaxy Watch Ultra2 mampu mencatat kedalaman, durasi penyelaman, dan suhu air secara real-time. Perangkat ini turut mengantongi sertifikasi IP69K, 10 ATM, dan EN13319 yang memang ditujukan untuk penggunaan di lingkungan bawah air.
Galaxy Watch Ultra2 telah dibuka untuk masa pre-order hingga 13 Agustus 2026. Di Indonesia, smartwatch ini dipasarkan dengan harga mulai Rp10.499.000, sementara Galaxy Watch9 dibanderol mulai Rp5.999.000.
![]() |
| Smartwatch Samsung Galaxy Watch Ultra2 untuk aktivitas outdoor dan kesehatan preventif. |
Menurut Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, aktivitas outdoor bukan hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga kemampuan seseorang memahami kondisi tubuhnya.
"Aktivitas outdoor tidak hanya menantang batas fisik, tetapi juga menguji seberapa baik kita memahami kondisi tubuh sendiri. Karena itu, kami percaya smartwatch seharusnya tidak berhenti pada sekadar mencatat data kesehatan, tetapi mampu mengubah data tersebut menjadi insight yang membantu pengguna mengambil keputusan yang lebih tepat di setiap aktivitas," ujarnya.
Teknologi tersebut diwujudkan melalui Samsung Health yang dipadukan dengan kemampuan AI. Pengguna tidak hanya melihat angka-angka kesehatan, tetapi juga memperoleh interpretasi mengenai kesiapan tubuh, kebutuhan pemulihan, hingga kondisi kebugaran secara lebih personal.
![]() |
| Galaxy Watch Ultra2 menghadirkan mode Trail Run untuk membantu pengguna memantau performa dan tetap fokus saat berlari di berbagai medan. |
Kemampuan AI tersebut juga dipadukan dengan peningkatan perangkat keras. Galaxy Watch Ultra2 menggunakan chipset Snapdragon Wear Elite yang diklaim menghadirkan peningkatan performa CPU hingga 32 persen dan GPU hingga 19 persen dibanding generasi sebelumnya. Smartwatch ini juga dibekali baterai 800 mAh, layar dengan tingkat kecerahan hingga 5.000 nits, serta desain baru yang lebih tipis sehingga tetap nyaman dipakai dalam aktivitas luar ruangan.
Untuk pengguna yang gemar berlari di alam terbuka, tersedia mode Trail Run yang mampu menampilkan rute, profil elevasi, estimasi waktu tempuh, hingga progres pendakian. Sementara fitur Nutrition Alert membantu mengingatkan kebutuhan hidrasi berdasarkan estimasi cairan tubuh yang hilang selama aktivitas.
Samsung juga memperluas fungsi smartwatch ke aktivitas penyelaman. Melalui fitur Diving yang dikembangkan bersama Mares, Galaxy Watch Ultra2 mampu mencatat kedalaman, durasi penyelaman, dan suhu air secara real-time. Perangkat ini turut mengantongi sertifikasi IP69K, 10 ATM, dan EN13319 yang memang ditujukan untuk penggunaan di lingkungan bawah air.
Galaxy Watch Ultra2 telah dibuka untuk masa pre-order hingga 13 Agustus 2026. Di Indonesia, smartwatch ini dipasarkan dengan harga mulai Rp10.499.000, sementara Galaxy Watch9 dibanderol mulai Rp5.999.000.


