Komunitas Komunikasi Ini Andalkan Aplikasi Digital untuk Bantu Ambulans hingga Sebarkan Informasi Darurat

SUARAJATIM - Kemajuan teknologi komunikasi dimanfaatkan untuk mempercepat penyampaian informasi darurat dan kegiatan kemanusiaan. Langkah itu dijalankan Cemara Cakrawala Indonesia (Cemara), organisasi komunikasi berskala nasional yang membangun jaringan berbasis internet untuk menghubungkan anggotanya di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bekasi, Jawa Barat, Jawa Timur hingga wilayah lain di Indonesia.
Cemara Cakrawala Indonesia aktif dalam komunikasi, penggunaan aplikasi digital, dan koordinasi kegiatan kemanusiaan
"Cemara Cakrawala Indonesia akan mengubah itu. Tidak hanya pandai omong-omong ke udara... tetapi juga dapat mempunyai kegiatan nyata bermasyarakat," ujar Pembina sekaligus Pendiri Cemara Cakrawala Indonesia, Dr. Doddy Poernamadjaja, S.H., M.H., saat Pendidikan Dasar (Diksar) Angkatan I Tahun 2026 di Hotel Gold Vitel, Surabaya.

Organisasi yang baru berdiri sekitar tiga bulan tersebut kini memiliki sekitar 100 anggota. Seluruh anggota berkomunikasi menggunakan teknologi Push to Talk over Cellular (POC) melalui aplikasi Zello yang dapat diakses lewat telepon pintar. Sistem komunikasi ini menjangkau anggota di berbagai daerah tanpa bergantung pada frekuensi radio analog.

Jaringan komunikasi digital itu digunakan untuk menyampaikan berbagai informasi penting, seperti kondisi lingkungan, potensi bencana, kecelakaan, hingga laporan yang membutuhkan respons cepat. Informasi kemudian diteruskan kepada anggota di wilayah terkait agar koordinasi dapat berjalan lebih efektif.

Ketua Umum Cemara, Danu Wahyono Suwito, mengatakan organisasi juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial bersama sejumlah instansi pemerintah.

"Melalui beragam kegiatan sosial kemasyarakatan, yang secara aktif dilaksanakan. Telah dijalankan bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan berbagai lembaga lainnya, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan," kata Danu.

Melalui unit Cemara Siaga Komunikasi (Cesko), organisasi membantu penyampaian informasi bagi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga layanan kedaruratan. Jaringan komunikasi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung koordinasi ambulans lintas daerah, penanganan kebakaran, kecelakaan, serta kondisi darurat lainnya.

Cemara juga ikut membantu proses reunifikasi lansia terlantar maupun Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan keluarganya melalui koordinasi bersama Dinas Sosial. Informasi yang diterima anggota diteruskan melalui jaringan komunikasi nasional sehingga proses pencarian keluarga dapat berlangsung lebih cepat.

Setiap anggota yang bergabung diwajibkan mengikuti Pendidikan Dasar sebagai tahapan pembinaan awal. Materi yang diberikan meliputi pemahaman organisasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), tata tertib, etika komunikasi, disiplin, serta nilai-nilai nasionalisme. Pembekalan tersebut bertujuan membentuk standar perilaku yang sama saat anggota berkomunikasi dengan masyarakat maupun di lingkungan organisasi.

Sekretaris Jenderal Cemara sekaligus Ketua Panitia Diksar, Deni Arifin, S.Sos.I., S.E., menjelaskan pendaftaran anggota dilakukan melalui situs resmi organisasi. Setelah lolos verifikasi, calon anggota wajib mengikuti Pendidikan Dasar sebelum dapat mengikuti pendidikan lanjutan di bidang siaga bencana, rescue, dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

Menurut Dr. Doddy, teknologi komunikasi yang digunakan organisasi menjadi sarana untuk mempercepat koordinasi dan memperluas jangkauan informasi. Seluruh anggota juga didorong menjaga etika, integritas, serta menghadirkan kontribusi bagi masyarakat melalui kegiatan sosial yang dijalankan organisasi.
LihatTutupKomentar